Assalamualiakum Wr.Wb
Kembali rozi piliang akan membahas seputar imu pemerintahan,  kali ini kita akan jelaskan secara singkat tentang perspektif dan proses berfikir dalam komunikasi pemerintahan.

Tujuan utama dibentuknya pemerintahan adalah untuk menjaga suatu sistem ketertiban dimana masyarakat dapat menjalankan kehidupannya secara wajar. Pemerintah diciptakan bukan untuk melayani dirinya sendiri melainkan untuk melindungi dan melayani masyarakat.

Komunikasi pemerintahan menjamin jalannya fungsi-fungsi pemerintahan kearah pencapaian kepentingan masyarakat yaitu mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan yang sebesar-besarnya dengan tidak merugikan pihak lain. (erliana Hasan, 2005).

Berkomunikasi dalam pemerintahan itu sangat penting untuk mencapai kesamaan makna yang mengarah pada terwujudnya kesejahteraan yang besar bagi semua lapisan masyarakat. Menurut hasil penelitian 76% keputusan manusia cenderung berdasarkan emosi, bukan rasional, sehingga para komunikan harus mendengarkan dengan cermat dan teliti merasakan keterkaitan antara yang dikomunikasikan secara mendalam dan melakukan beberapa analisa agar tidak terjadi kesalah pahaman.

Komunikasi yang efektif dimulai sengan berfikir sistematis, logis, dan rasional. dalam berkomunikasi yang baik harus mengedepankan  fakta dan bukti sehingga menjadi suatu informasi yang yang valid untuk mengindari berbagai salah pengertian yang sering disebut oleh kaum milineal HOAX. Berkomunikasi secara logis harus direncanakan mengingat pertimbangan, situasi kondisi,  waktu dan tempat serta para pendengar.

Pemikiran yang didasarkan emosi akan menjadi mitos apabila didasarkan pada prasangka yang merupakan kesalahan berfikir karena didasarkan pada data yang tidak lengkap dan tidak tepat. Data yang tidak lengkap dan tepat akan menyebabkan sebuah kesimpulan yang salah, kebanyakan orang mengunakan istilah-istilah dan umumnya tidak mengerti arti sebenarnya akan tetapi sudah digunakan  sehingga kesimpulannya menjadi bias.

Aktifitas yang sangat mulia dalam berkomunikasi adalah kemauan untuk menemukan sumber-sumber kesalah pahaman, karena dengan kemauan tersebut akan menimbulkan harmonisnya hubungan manusia yang menginginkan perbaikan kualitas  secara utuh dan mandiri.
Opini publik berada disekitar pendapat terhadap kebijakan yang dilakukan pejabat pemerintah yang bertanggung jawab atas terciptanya ketertiban sosial. Konflik biasanya terjadi sekitar bantahan dan perselisihan tentang apa yang dilakukan dan bagaimana melakukannya. Sama halnya dengan suatu proses, maka opini publik selalu akan berkembang sesuai dengan citra dan rencana sehingga akan menghasilkan pemahaman yang baik.

Fungsi utama pemerintahan adalah untuk memberikana pelayanan sebaik-baiknya pada masyarakat, bukan uintuk dilayani. Pemerintah diharapkan menciptakan kondisi kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat dapat mengembangkan kemampuan dan beraktifitas untuk kemajuan bersama.

Dalam komunikasi pemerintahan lebih sering bersifat instruksional, sehingga membeku dan monoton pada hal hal tertentu yang akhirnya meciptakan sebuah budaya birokrasi. Bila tidak terbuka dengan hambatan info dari bawahan ke atasan maka akan timbul sebuah situasi konflik seperti suasana kerja yang tidak memuaskan, akan timbul rasa muak, jengkel, dan tajut untuk mengemukakan persoalan yang sebenarnya terjadi.

Maka dari itu menjaga komunikasi dalam menyelenggarakan pemerintahan sangat penting keberadaanya agar terciptanya suasana yang harmonis.

Demikian Pembahasan tentang perspektif dan proses berfikir dalam komunikasi pemerintahan, Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan. Jika ada kritik dan saran dapat menuliskan komentar di bawah postingan ini atau dapat lansung mengirimkan pesan ke email admin. Bagi kalian yang ingin berlangganan dengan artikel-artikel yang admin tulis dapat mengikuti situs ini via email dengan cara memasukan email kalian pada kolom yang tersedia dibawah ini.

Pin It on Pinterest

Share This