Politik Islam Archives | Rozi Piliang
3 prinsip-prinsip dasar politik Islam, simak penjelasannya

3 prinsip-prinsip dasar politik Islam, simak penjelasannya

Jika membahas prinsip politik islam, Al Qur’an menegaskan bahwa, kebenaran itu datangnya dari Allah SWT, jangan sekali-kali diragukan. Dan manusia bebas menentukan pilihannya untuk menerima kebenaran itu atau menolaknya.Sebagai umat Islam, maka tentu saja kita mengambil prinsip-prinsip dasar berdasarkan Al Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber referensi dan rujukan dalam berbagai hal termasuk dalam urusan politik.

Al Qur’an sebagai sumber ajaran utama dan pertama agama Islam mengandung ajaran tentang nilai-nilai dasar yang harus diaplikasikan dan diimplentasikan dalam pengembangan sistem politik Islam. Nilai-nilai dasar tersebut adalah:

1. Al-Musyawarah (Musawarah)

Dalam prinsip perundang-undangan Islam, musyawarah dinilai sebagai lembaga yang amat penting artinya.Penentuan kebijaksanaan pemerintah dalam sistem pemerintahan Islam haruslah didasarkan atas kesepakatan musyawarah. Karena itu musyawarah merupakan prinsip penting dalam politik Islam.

Prinsip musyawarah ini sesuai dengan ayat al-Quran Surah Ali Imran ayat 159:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ 

 

﴾١٥٩الْمُتَوَكِّلِينَ ﴿ 
Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.(Q.S Ali Imran : 159)

 2. Al ‘Adaalah (Keadilan)

Agama Islam menempatkan aspek keadilan pada posisi yang amat tinggi dalam sistem perundang-undangannya.Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang memerintahkan berbuat adil dalam segala aspek kehidupan manusiasebagaimana dalam firman Allah yang  terkandung dalam surat An-Nisaa’:58 berikut :

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا   بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا (٥٨)

Artinya : Sesungguhnya Allah memerintahkan (menyuruh) kamu melaksanakan (menunaikan/menyampaikan) amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran (pelajaran) yang sebaik-baiknya (sangat berharga) kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(Q.S An-Nisaa’ : 58)

Ayat tersebut memerintahkan kita untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan.Jika seseorang hendak memutuskan suatu hukum bagi orang lain, maka ia terlebih dahulu harus berlaku amanah terhadap tanggung jawabnya sebagai pribadi.Berlaku amanah dulu terhadap tanggung jawab diri sendiri, baru bisa bersikap adil terhadap urusan orang lain. Adil adalah menempatkan sesuatu sesuai porsinya, proporsional, bukan memuat semuanya sama rata. Porsi dalam sikap adil tak berarti ‘sama’,karena setiap posisi punya porsinya sendiri-sendiri.

3. Al-Musaawah (Persamaan)

Prinsip persamaan berarti bahwa setiap individu dalam masyarakat mempunyai hak sama, juga mempunyai kebebasan dalam berpendapat,tanggung jawab dan dalam melaksanakan tugas-tugas kemasyarakatan tanpa diskriminasi.Berdasarkan prinsip ini juga sesungguhnya tak ada rakyat yang diperbudak atau diperintah secara sewenang-wenang oleh penguasa.Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan berbagai suku bukanlah untuk membuat perbedaan diantara mereka.Melainkan dengan tujuan untuk saling mengenal dan bertukar pengalaman.
Al-Qur’an menegaskan bahwa yang membedakan diantara manusia itu adalah taqwa.Sebagaimana dalam firman Allah dalam Surat AL-Hujurat ayat 13 berikut;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌالحجرا ت

Artinya : Hai manusia sesungguhnya kami menetapkan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling men genal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha men getahui lagi maha mengenal.(Q.S Al-Hujurat : 13)

Dari uraian tersebut diatas tidak disangsikan lagi kekuatan prinsip persamaan itu dalam sistem hukum Islam. Pelaksanaanya berlaku menyeluruh dalam sistem hukum dan pemerintahan Islam. Sebab sistem itu memang menjadi bagian yang integral dari ajaran Islam.

Baca juga artikel lain ;  ILMU PEMERINTAHAN

Semoga artikel tentang prinsip politik islam ini bermanfaat , jika ada kritik dan saran atau diluar ketentuan silahkan hubungi kami atau tuliskan di halaman komentar. jika ingin berlangganan artikel kami silakan masukkan email kalian pada kotak dibawah artikel ini.

Pin It on Pinterest