Artikel Archives | Rozi Piliang
Umur 23 Tahun Jadi Apa ? Setiap Orang Ada Masanya

Umur 23 Tahun Jadi Apa ? Setiap Orang Ada Masanya

Pernahkah kalian berfikir bahwa setiap orang memiliki takdirnya masing-masing untuk menjadi sukses.  Sukses tidak dilihat dari umur berapakah kalian bisa mencapai segala impian yang sangat kalian inginkan. Jika rezeki itu hadir diasaan kalian masih berumur belia, itu artinya kalian dikadirkan untuk sukses dimassa muda. Namun jika kalian diusia muda seperti umur 23 tahun masih berusaha untuk menjadi sukses, Apakah layak kalian dibandingkan ?

Coretan ini saya tulis setelah viralnya di media sosial Twitter mengenai salah satu staf khusus Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yang masih sangat muda, Putri Tanjung, wanita 23 tahun tersebut dipilih sebagai salah satu dari tujuh staf khusus presiden.  Banyak warganet yang apresiasiasi dengan capaian Putri Tanjung tersebut, namun tak sedikit warganet di twitter yang bertanya kepada diri sendiri dan orang lain terkait apa yang sudah mereka laukan diumur 23 tahun.

Tulisan ini tidak akan membahas tentang Putri Tanjung yang dipilih sebagai staf khusus presiden di umunrnya yang masih sangat muda. Melainkan catatan ini saya tujukan kepada kalian yang menyesali dan mempertanyakan apa yang kalian perbuat dan kalian lakukan diumur 23 tahun.

Bagi sebagian orang menyesali dan mempertanyakan  apa yang telah diperbuat pada umur tertentu adalah sebuah pertanyaan motivasi yang dapat mencambuk semangat untuk menggapai impian. Namun bagi beberapa orang hal tersebut kadang menjadi sebuah penyesalan dan menjadi momok yang akhirnya putus asa.

Saya adalah salah satu orang yang menganut sebuah doktrin lama “Setiap Orang Ada Masanya, Setiap Masa Ada Orangnya”. Umur 23 tahun tidak menjamin kesuksesan setiap orang, jadi jangan dibandingkan.

Setiap masa ada orangnya, Tidak Hanya Umur 23

 

Bagi saya kesuksesan hanyalah soal takdir dan watu. Yang perlu kita lakukan hanyalah terus berusaha dan berdoa. Banyak sekali orang-orang yang sukses diusianya yang masih tergolong muda, baru tamat sekolah lansung mencapai kesuksasannya, impiannyapun sudah terwujud. Namun tak sedikit juga orang yang sudah berusaha keras akan tetapi kesuksesan belum menghampiri.

Pernahkah kalian melihat orang yang tidak terlalu banyak berbuat akan tetapi sudah dapat dilihat sebagai orang sukses ? ya, orang seperti itu ada. dan sebaliknya, ada orang yang sudah bersusah payah berbuat namun belum dapat menggapai impiannya.

Itu semua hanya tergantung takdir dan waktu. Kunci utamanya adalah USAHA. Berusahalah sekuat mungkin, dan berbuatlah yang terbaik untuk diri sendidri serta berguna bagi orang banyak. Dengan demikian kata sukses hanya soal penantian. Suatu saat kalian akan menggapai semua impian yang kalian inginkan. Jangan pernah menyerah, disaat kalian telah berusaha sekuat tenaga namun belum ada hasilnya itu hanyalah proses, yang mana proses itu adalah tahap dimana kalian dipersiapkan untuk masa kalian sukses.

Saat teman-teman  disekeliling kalian sukses diumurnya yang masih muda ( Misal umur 23 Tahun), mungkin saat ini masa mereka, dan bersabarlah masa kalian suatu saat juga akan datang. setuju atau tidak setuju kalian dengan cara pikir saya, bagi saya “setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Tetap Semangat teruslah berbuat yang terbaik untuk orang banyak.

#sukses    #umur23    #DoktrinLama

Gaji Alumni IPDN 28 Juta ? Bohong !!!

Gaji Alumni IPDN 28 Juta ? Bohong !!!

Belakangan ini Netizen dihebohkan dengan pemberitaan media terkait gaji yang diperoleh oleh alumni IPDN. Para media menulis berita trersebut setelah adanya pernyataan dari Menteri PAN-RB Bapak Tjahyo Kumolo. Namun benarkah gaji alumni IPDN yang baru lulus sebanyak 28 Juta?.

Sebagai netizen seharusnya kita bijak dalam mencermati pemeberitaan seperti ini. Sebelum kita mengambil kesimpulan dan menghakimi bahwa alumni IPDN memiliki banyak gaji. Ada baiknya kita memahami konsep dasar pemberian gaji PNS terlebih dahulu.

Gaji Alumni IPDN 28 Juta

Konsep pertama yang harus dipahami adalah, bahwa gaji pokok semua pegawai negeri sipil (PNS) di seluruh wilayah indonesia adalah sama sesuai dengan pangkat dan golongan masing-masing. Bedanya jumlah gaji pegawai terletak pada jumlah tunjangan kinerja yang diterapkan sesuai dengan Peraturan Daerah tempat dimana pegawai Negeri tersebut bertugas.

Contoh : seseorang diangkat sebagai pegawai negeri sipil pada pangkat penata muda golongan III ruang A, memiliki gaji pokok sebesar Rp 2.457.000,- . orang tersebut mendapat tugas didaerah B dengan tunjuangan kinerja 2 jt untuk pangkat dan golongan tersebut, maka yang bersangkutan akan mendapaktan gaji 4,4 Juta. Sedangkan di kota A juga diangkat pegawai negeri sipil dengan golongan yang sama. Namun tunjangan kinerja daerah A sebesar 18 Jt untuk golongan tersebut, maka PNS dengan golongan yang sama yang bertugas didaerah A mendapatkan Gaji lebih kurang 20 Juta rupiah.

Gaji pegawai didasarkan dengan masa tahun dinas dan pangkat serta golongan. Bukan dilihat dari almamater mana dia berasal.

Penentuan Gaji Bukan Berdasarkan Almamater 

Konsep kedua yang harus kita pahami adalah, bahwa penetapan gaji pegawai negeri sipil berdasarkan dengan pangkat, golongan serta berapa lama masa bakti sebagai PNS. Semua PNS dari almamater manapun akan mendapatkan gaji yang sama sesuai pangkat dan golongan mereka.

Pemerintah tidak pernah memberikan penghasilan spesial kepada alumni IPDN, tidak pernah alumni IPDN mendapatkan gaji yang lebih banyak dibandingkan pegawai lain NON-Alumni IPDN . Jika golongan sama maka akan mendapatkan jumlah gaji yang sama.

Contoh : SiBurhan adalah pegawai lulusan ITB dengan golongan III/a dan berdinas di Kota Jakarta, Jika SiBurham mendapatkan Gaji + Tunjangan kinerja dengan Jumlah 20 Juta, maka SiUdin yang Lulusan IPDN dengan golongan III/a Juga akan mendapatkan pengasilan 20 Juta.

Kesimpulannya, Gaji PNS tidak pernah melihat alumni mana PNS tersebut, melainkan seperti yang sudah saya jelaskan diatas.

KESIMPULAN

Kesimpulannya adalah, Gaji alumni IPDN  28 Juta itu adalah bohong. Yang benar adalah Gaji PNS 28 Juta.  Bisa saja di salah satu daerah di Indonesia PNS mendapakan gaji segitu. Karena pemberian tunjangan diatur oleh otonomi daerah masing-masing.
Sebagai seorang Netizen mari kita bjak dalam mencermati sebuah berita yang berdar. Jika tidak tau lebih baik ditelusuri kebenarannya terlebih dahulu agar tidak menyebarkan berita bohong kepada orang lain.
Sedangkan untuk media saya berharap, Jangan korbankan nama baik orang/ institusi dalam menacari nilai jual berita yang dibuat. masih banyak cara lain jika ingin menggiring opini publik untuk membahas masalah yang sama.
Salam dari saya, Alumni IPDN
Makalah Tentang Pencatatan perkawinan Di Indonesia

Makalah Tentang Pencatatan perkawinan Di Indonesia

Dasar Perkawinan

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antar seorang laki-laki dan perempuan yang bertujuan untuk membentuk suatu keluarga. Di Indonesia pelaksanaan perkawinan diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentng perkawinan. Undang-undang nomor 1 tahun 1974 menjelaskan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin anatara seorang laki-laki dan seorang wanita sebagi suami isteri dengan tujuan untuk membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pada pasal (2) ayat (1)  Perkawinan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu dan pada ayat (2) tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peratuaran perundang-undangan yang berlaku.

Undang-undang perkawinan menjelaskan bahwa pada dasarnya seorang pria tidak boleh memiliki seorang isteri, dan sebaliknya seorang isteri hanya boleh memiliki seorang suami. Lebih jauhnya pada pasal (3) ayat (2) dijelaskan bahwa pengadilan dapat memberikan izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

Perkawinan didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai. Untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum berusia 21 (duapuluh satu) tahun harus mendapati izin kedua orang tua.   Apabila seorang suami dan isteri yang telah cerai kawin lagi satu dengan yang lain dan bercerai lagi untuk kedua kalinya, maka diantara mereka tidak boleh dilansungkan perkawinan lagi, sepanjang hukum masing-masing agama dan kepercayaan itu dari yang bersangkutan tidak menentukan lain.

Pencatatan Perkawinan

Perkawianan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan itu. Dan tiap-tiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan. Menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan Perkawinan sah menurut peraturan perundang-unadangan wajib dilaporkan oleh penduduk kepada Instansi Pelaksana tempat terjadinya perkawinan paling lambat 60 hari sejak tanggal perkawianan.

Berdasarkan laporan tersebut pejabat pencatatan sipil mencatat pada register akta perkawinan dan menerbitkan Kutipan Akta Perkawinan. Selanjutnya kutipan akta perkawinan diserahkan kepada suami dan isteri.

Peraturan pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 menjelaskan bahwa pencatatan perkawinan dari mereka yang melansungkan perkawinannya menurut agama islam, dilakukan oleh pegawai pencatatan sebagaimana yang dimaksut dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 1954 Tentang Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk. Pencatatan perkawinan bagi selain beragama islam, dilakukan oleh pegawai pencatatan perkawinan pada kantor pencatatan sipil sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan perundang-undangan.

Setiap orang yang akan melansungkan perkawinan memberitahukan kehendaknya kepada Pegawai Pencatat ditempat perkawinan akan dilansungkan. Pemberitahuan tersebut dilakukan sekurang-kurangnya 10 hari kerja sebelum perkawinan dilansungkan. Namun dalam suatu hal yang penting boleh diluar waktu yang telah ditetapkan yang diberikan camat atas nama  kepala daerah. Pemberitahuan dilakukan secara lisan atau tertulis oleh calon mempelai atau oleh orang tua atau wakilnya.

Pegawai pencatat yang menerima pemberitahuan kehendak melansungan perkawinan, meneliti apakah syarat-syarat perkawinan telah dipenuhi dan apakah tidak terdapat halangan perkawinan menurut undang-undang. Apabila hasil penelitian dari pegawai pencatat tidak ditemukan halangan perkawinan, maka pegawai pencatat mengumumkan tentang pemberitahuan kehendak melansungkan perkawinan dengan cara menempelkan surat pengumuman menurut formulir yang ditetapkan pada kantor pencatatan perkawinan pada suatu tempat yang sudah ditentukan dan mudah dibaca oleh umum. Sedangkan apabila dari kehendak perkawinan itu terdapat halangan perkawianan, maka keadaan itu segera diberitahukan kepada calon mempelai adau kepada orang tua atau kepada wakilnya.

Tata Cara Perkawinan

Setelah dilakukannya permohonan atau pemberitahuan kepada pegawai pencatatan maka perlu diketahui bagaimana tata cara pelaksanaan perkawinan menurut Peraturan pemerintah nomor 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan atas Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Peraturan pemerintah tersebut menjelaskan bahwa perkawinan dilansungkan setelah sepuluh hari kerja sejak pengumuman kehendak perkawianan oleh pegawai pencatat perkawinan. Tata cara pelaksanaan perkawinan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing dan perkawinan tersebut dilakukan dihadapan Pegawai Pencatat dan dihadiri oleh dua orang saksi.

Sesaat setelah dilansungkannya perkawinan sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah kedua mempelai menandatangani akta perkawinan yang telah dipersiapkan oleh pegawai pencatat berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Akta perkawinan yang telah ditandatangani oleh mempelai selanjutnya ditandatangani oleh kedua orang saksi dan pegawai pencatat yang menghadiri acara perkawinan tersebut. Dengan penandatanganan akta perkawinan oleh semua pihak maka perkawinan telah tercatat secara resmi. Beberapa aturan diatas menjelaskan tata cara pelaksanaan perkawinan agar tercatat sesuai dengan  hukum di Indonesia. Namun untuk sahnya suatu perkawinan tergantung kepada agama masing-masing.

3 prinsip-prinsip dasar politik Islam, simak penjelasannya

3 prinsip-prinsip dasar politik Islam, simak penjelasannya

Jika membahas prinsip politik islam, Al Qur’an menegaskan bahwa, kebenaran itu datangnya dari Allah SWT, jangan sekali-kali diragukan. Dan manusia bebas menentukan pilihannya untuk menerima kebenaran itu atau menolaknya.Sebagai umat Islam, maka tentu saja kita mengambil prinsip-prinsip dasar berdasarkan Al Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber referensi dan rujukan dalam berbagai hal termasuk dalam urusan politik.

Al Qur’an sebagai sumber ajaran utama dan pertama agama Islam mengandung ajaran tentang nilai-nilai dasar yang harus diaplikasikan dan diimplentasikan dalam pengembangan sistem politik Islam. Nilai-nilai dasar tersebut adalah:

1. Al-Musyawarah (Musawarah)

Dalam prinsip perundang-undangan Islam, musyawarah dinilai sebagai lembaga yang amat penting artinya.Penentuan kebijaksanaan pemerintah dalam sistem pemerintahan Islam haruslah didasarkan atas kesepakatan musyawarah. Karena itu musyawarah merupakan prinsip penting dalam politik Islam.

Prinsip musyawarah ini sesuai dengan ayat al-Quran Surah Ali Imran ayat 159:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ 

 

﴾١٥٩الْمُتَوَكِّلِينَ ﴿ 
Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.(Q.S Ali Imran : 159)

 2. Al ‘Adaalah (Keadilan)

Agama Islam menempatkan aspek keadilan pada posisi yang amat tinggi dalam sistem perundang-undangannya.Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang memerintahkan berbuat adil dalam segala aspek kehidupan manusiasebagaimana dalam firman Allah yang  terkandung dalam surat An-Nisaa’:58 berikut :

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا   بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا (٥٨)

Artinya : Sesungguhnya Allah memerintahkan (menyuruh) kamu melaksanakan (menunaikan/menyampaikan) amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran (pelajaran) yang sebaik-baiknya (sangat berharga) kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(Q.S An-Nisaa’ : 58)

Ayat tersebut memerintahkan kita untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan.Jika seseorang hendak memutuskan suatu hukum bagi orang lain, maka ia terlebih dahulu harus berlaku amanah terhadap tanggung jawabnya sebagai pribadi.Berlaku amanah dulu terhadap tanggung jawab diri sendiri, baru bisa bersikap adil terhadap urusan orang lain. Adil adalah menempatkan sesuatu sesuai porsinya, proporsional, bukan memuat semuanya sama rata. Porsi dalam sikap adil tak berarti ‘sama’,karena setiap posisi punya porsinya sendiri-sendiri.

3. Al-Musaawah (Persamaan)

Prinsip persamaan berarti bahwa setiap individu dalam masyarakat mempunyai hak sama, juga mempunyai kebebasan dalam berpendapat,tanggung jawab dan dalam melaksanakan tugas-tugas kemasyarakatan tanpa diskriminasi.Berdasarkan prinsip ini juga sesungguhnya tak ada rakyat yang diperbudak atau diperintah secara sewenang-wenang oleh penguasa.Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan berbagai suku bukanlah untuk membuat perbedaan diantara mereka.Melainkan dengan tujuan untuk saling mengenal dan bertukar pengalaman.
Al-Qur’an menegaskan bahwa yang membedakan diantara manusia itu adalah taqwa.Sebagaimana dalam firman Allah dalam Surat AL-Hujurat ayat 13 berikut;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌالحجرا ت

Artinya : Hai manusia sesungguhnya kami menetapkan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling men genal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha men getahui lagi maha mengenal.(Q.S Al-Hujurat : 13)

Dari uraian tersebut diatas tidak disangsikan lagi kekuatan prinsip persamaan itu dalam sistem hukum Islam. Pelaksanaanya berlaku menyeluruh dalam sistem hukum dan pemerintahan Islam. Sebab sistem itu memang menjadi bagian yang integral dari ajaran Islam.

Baca juga artikel lain ;  ILMU PEMERINTAHAN

Semoga artikel tentang prinsip politik islam ini bermanfaat , jika ada kritik dan saran atau diluar ketentuan silahkan hubungi kami atau tuliskan di halaman komentar. jika ingin berlangganan artikel kami silakan masukkan email kalian pada kotak dibawah artikel ini.
3 Cara Jitu Membuat Atasan Senang Agar Karir Meningkat

3 Cara Jitu Membuat Atasan Senang Agar Karir Meningkat

Dalam dunia birokrasi tentu ada yang namanya atasan dan bawahan, seorang atasan harus bisa mengayomi bawahan dan seorang bawahan harus hormat dan bisa menghargai atasannya. Dibeberapa kasus ada atasaan yang bawaannya muak melihat tingkah laku bawahannya dan begitu juga sebaliknya, banyak bawahan yang risih terhadap tingkah laku atasannya.

Bagi seorang atasan dia berhak menentikan kebijakan untuk para bawahannya, soo dia adalah pimpinan ya bisa buat kebijakan apa aja. Nah bagi bawahan kalian tidak bisa berbuat semena mena kepada atasan, jika kalian mebuat atasan kalian kesal bisa bisa kalian diberikan tindakan yang kalian tidak sengangi, alhasil pekerjaan dan tugas tidak akan mencapai hasil yang diinginkan.

Oleh karena itu untuk kalian para bawahan atau anak buah, Rozipiliang.com akan mengulas beberapa cara yang dapat kalian lakukan untuk membuat atasan kalian senang dan bisa memberikan perhatian lebih kepada kalian jika menerapkan langkah-langkah ini.

Sederhana saja, yang harus kalian lakukan hanya   tiga hal, biasanya kami menyingkat istilah ini dengan LDR, LDR adalah singkatan dari Loyalitas, Disiplin, dan Respect. tiga hal ini menjadi kunci utama agar atasan kalian bisa senang dengan pekerjaan yang kalian lakukan. Percaya tidak percaya jika kalian melakukan dari ketiga langkah diatas maka kalian akan mersaakan perubahannya.

1. Loyalitas

Saya rasa kalian sering mendegar istilah loyal dan kalian paham maksudnya,  namun saya yakin dan percaya masih ada kalian yang belum tau pengertian dari loyalitas.

Pengertian Loyalitas secara singkat adalah mutu dari sikap setia. Sedangka secara luas defenisi loyalitas adalah tindakan memberi atau menunjukkan dukungan kepada seseorang atau instititusi.
Kaitannya dalam birokrasi adalah sebagai seorang bawahan kalian harus bisa menunjukkan sikap setia dan menunjukkan dukungan penuh kepada atasan kalian atas kebijakan yang diberikannya. Tidak ada kata “Tidak Bisa” bagi seorang bawahan.  yang ada kalian harus bisa mencari solusi apa yang diinginkan atasan tersebut bisa diselesaikan. jika ini kalian lakukan atasan akan senang dengan sikap yang kalian tunjukkan.

2. Disiplin

Di institusi manapun disiplin adalah hal utama yang harus dimiliki bagi setiap SDM nya, bagaimana sebuah birokrasi atau organisasi akan berjalan baik jika orang-orang yang ada didalamnya tidak disiplin.
Bagaimana atasan akan senang melihat bawahannya tidak disiplin dalam bekerja, pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan tepat waktu akan molor akibat staf atau bawahan tidak disiplin dalam bekerja. Oleh karenanya yang harus kalian tunjukkan kepada atasan kalian berikutnya adalah didiplin. jika kalaian tidak terlalu bisa menguasai pekerjaan kalian secara utuh, namun jika kalian disiplin maka akan ada nilai tambah untuk kalian dari atasan.
So, disiplinlah dalam bekerja.

3. Respek

Respek dalam kata lain juga bisa diartikan horamat, namun bukan hanya sekedar hormat saja. Sebagian pakar mengatakan respek bisa diartikan tingkatan lebih lanjut dari simpati.
dengan meberikan respek kepata atasan yakinlah kalian akan disenangi oleh atasan tersebut.
Itulah tiga langkah yang harus kalian lakukan, jika kalian sudah melakukannya banyak manfaat yang akan kalian dapatkan, bisa bisa kalian akan di promosikan untuk mendapatkan jabatan yang lebih baik dan lebih tinggi. Semoga artikel ini bermanfaat.
Demikian Pembahasan tentang cara membuat atasan senang, Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan. Jika ada kritik dan saran dapat menuliskan komentar di bawah postingan ini atau dapat lansung mengirimkan pesan ke email admin. Bagi kalian yang ingin berlangganan dengan artikel-artikel yang admin tulis dapat mengikuti situs ini via email dengan cara memasukan email kalian pada kolom yang tersedia dibawah ini.
Paradigma komunikasi Pemerintahan dari masa ke masa

Paradigma komunikasi Pemerintahan dari masa ke masa

Asalamualiakum Wr.Wb
Pada postingan kali ini saya rozi piliang akan memberikan ringkasan singkat tentang paradigma komunikasi pemerintahan dari masa kemasa , mulai dari masa penjajahan pasca kemerdekaan hingga era reformasi, pembahasan ini saya ringkas dari modul pembelajaran semester 4 Institut Pemerintahan Dalam Negeri tahun 2015.

Berikut pembahasannya;

1. Masa Pemerintahan Penjajahan Pasca Kemerdekaan

Pemerintah penjah belanda dan jepang bersifat diktator dan otoriter membendung arus nasionalisme dan mengontrol rapat-rapat pemberitaan (pers), sekolah, dan dakwah. Ketegasan semngat para pemimpin saat itu adalah berhasil merundingkan dasar negara yang saat ini dikenal sebagai Pancasil dan UUD 1945.

Walaupun dalam kegentingan yang memaksa para “founding father” tetap befikir jernih, visioner, dan brilian dalam dalam menciptakan negara yang moralis dan integralis. Debgan demikian dalam pandangan masyarakat negara itu adalah faktor yang budiman yang menegakkan keadilan dan persatuan. Simbol negara tidak pernah salah walaupun bentuk negara  persatuan terseok-seok di alam penjajahan yang otoriter.

2. Masa Pemerintahan Orde Lama

Gaya Komunikasi pemerintahan di zaman Soekarno adalah gaya orator yang sifatnya sederhana namun menyentuh relung hati yang terdalam. Komunikasi pemerintahan saat itu diwarnai dengan ketegasan, keberanian, dan sikap yang teguh, tidak berbelit-belit, tidak menggunakan kata-kata yang bersayap, jelas intonasinya yang tersimbol dalam gesture dan pelototan mata. Komunikasi seperti ini biasanya sukses dalam susana emosi yang terkendali dan disampaikan secara berulang-ulang.

 

Baca Juga : Perspektif Dan Proses Berfikir Dalam Komunikasi Pemerintahan

3. Masa Pemerintahan Orde Baru

Orde baru dimulai sejak tahun 1965, pemerintahan dikuasai satu partai politik yaitu Golkar, dimana Soeharto alah pembina tunggalnya. ABRI adalah jalur A, Golkar adalah jalur G, dan PNS mengikuti memilih Golkar melalui Korpri.

Pak Harto menerapkan Undang-Undang Anti Subversif atau yang diluar negeri dikenal dengan Undang-Undang Security Act (Keamanan Negara) dan kepada seluruh jajarannya diperkenalkan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat Pancasila tidak ekstrim kiri (komunis) dan tidak ekstrim kanan (Berbasis Agama). Semua Organisasi diharapkan mencamtumkan Pancasila sebagai dasar perjuangannya. Komunikasi pemerintahan di masa ini lebih didominasi oleh komunikasi yang non verbal, Pak Harto lebih banyak menggunakan bahasa tubuh, isyarat, namun penuh ketegasan.

Cara pandang pak Harto selalu tertib, positif, dan penuh wibawa dan masing-masing menteri pada kabinetnya harus mampu menterjemahkan apa maksud Presiden kepada masyarakatnya. Dimasa ini Indonesia sukses menerapkan progran keluarga berencana dan masih eksport migas. Koordinasi pemerintahan dimasa Orde baru terkesan berjalan satu arah, karena kebijakan tingkat nasional harus diikuti persis oleh pemerintah tingkat daerah.

4. Masa Pemerintahan Reformasi

Masa reformasi dimulai sejak MPR merevisi UUD 1945 hingga saat ini sudah sampai ke perubahan ke IV. Hal-hal yang berubah secara signifikan adalah; Hal musyawarah mufakat tidak lagi di prioritaskan, keputusan terbaik adalah Voting.; MPR tidak lagi menyusun GBHN, namun pemerintah yang menyusun RPJM sesuai dengan visi misi dimasa kepemerintahannya.; Presiden mempunyai jabatan setinggi tingnya 2 kali 5 tahun.; Hak-hak DPR dimunculkan seperti hak budget, hak interpelasi, hak menguji,dll; Ditambahnya pasal-pasal HAM dalam revisi yang ke III.

Selain itu pula orde reformasi juga diwarnai dengan perubahan pada Undang-Undang pers dan munculnya lembagalembaga baru sehingga hak mengemukakan pendapat semngkin terbuka. Disisi lain juga diberlakukannya undang-undang otonomi daerah yang memeberikan daerah untuk mengatur daerahnya sendiri.

Demikian Pembahasan tentang paradigma komunikasi pemerintahan dari masa kemasa, Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan. Jika ada kritik dan saran dapat menuliskan komentar di bawah postingan ini atau dapat lansung mengirimkan pesan ke email admin. Bagi kalian yang ingin berlangganan dengan artikel-artikel yang admin tulis dapat mengikuti situs ini via email dengan cara memasukan email kalian pada kolom yang tersedia dibawah ini.

Pin It on Pinterest