November 2019 | Rozi Piliang
Umur 23 Tahun Jadi Apa ? Setiap Orang Ada Masanya

Umur 23 Tahun Jadi Apa ? Setiap Orang Ada Masanya

Pernahkah kalian berfikir bahwa setiap orang memiliki takdirnya masing-masing untuk menjadi sukses.  Sukses tidak dilihat dari umur berapakah kalian bisa mencapai segala impian yang sangat kalian inginkan. Jika rezeki itu hadir diasaan kalian masih berumur belia, itu artinya kalian dikadirkan untuk sukses dimassa muda. Namun jika kalian diusia muda seperti umur 23 tahun masih berusaha untuk menjadi sukses, Apakah layak kalian dibandingkan ?

Coretan ini saya tulis setelah viralnya di media sosial Twitter mengenai salah satu staf khusus Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yang masih sangat muda, Putri Tanjung, wanita 23 tahun tersebut dipilih sebagai salah satu dari tujuh staf khusus presiden.  Banyak warganet yang apresiasiasi dengan capaian Putri Tanjung tersebut, namun tak sedikit warganet di twitter yang bertanya kepada diri sendiri dan orang lain terkait apa yang sudah mereka laukan diumur 23 tahun.

Tulisan ini tidak akan membahas tentang Putri Tanjung yang dipilih sebagai staf khusus presiden di umunrnya yang masih sangat muda. Melainkan catatan ini saya tujukan kepada kalian yang menyesali dan mempertanyakan apa yang kalian perbuat dan kalian lakukan diumur 23 tahun.

Bagi sebagian orang menyesali dan mempertanyakan  apa yang telah diperbuat pada umur tertentu adalah sebuah pertanyaan motivasi yang dapat mencambuk semangat untuk menggapai impian. Namun bagi beberapa orang hal tersebut kadang menjadi sebuah penyesalan dan menjadi momok yang akhirnya putus asa.

Saya adalah salah satu orang yang menganut sebuah doktrin lama “Setiap Orang Ada Masanya, Setiap Masa Ada Orangnya”. Umur 23 tahun tidak menjamin kesuksesan setiap orang, jadi jangan dibandingkan.

Setiap masa ada orangnya, Tidak Hanya Umur 23

 

Bagi saya kesuksesan hanyalah soal takdir dan watu. Yang perlu kita lakukan hanyalah terus berusaha dan berdoa. Banyak sekali orang-orang yang sukses diusianya yang masih tergolong muda, baru tamat sekolah lansung mencapai kesuksasannya, impiannyapun sudah terwujud. Namun tak sedikit juga orang yang sudah berusaha keras akan tetapi kesuksesan belum menghampiri.

Pernahkah kalian melihat orang yang tidak terlalu banyak berbuat akan tetapi sudah dapat dilihat sebagai orang sukses ? ya, orang seperti itu ada. dan sebaliknya, ada orang yang sudah bersusah payah berbuat namun belum dapat menggapai impiannya.

Itu semua hanya tergantung takdir dan waktu. Kunci utamanya adalah USAHA. Berusahalah sekuat mungkin, dan berbuatlah yang terbaik untuk diri sendidri serta berguna bagi orang banyak. Dengan demikian kata sukses hanya soal penantian. Suatu saat kalian akan menggapai semua impian yang kalian inginkan. Jangan pernah menyerah, disaat kalian telah berusaha sekuat tenaga namun belum ada hasilnya itu hanyalah proses, yang mana proses itu adalah tahap dimana kalian dipersiapkan untuk masa kalian sukses.

Saat teman-teman  disekeliling kalian sukses diumurnya yang masih muda ( Misal umur 23 Tahun), mungkin saat ini masa mereka, dan bersabarlah masa kalian suatu saat juga akan datang. setuju atau tidak setuju kalian dengan cara pikir saya, bagi saya “setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Tetap Semangat teruslah berbuat yang terbaik untuk orang banyak.

#sukses    #umur23    #DoktrinLama

Gaji Alumni IPDN 28 Juta ? Bohong !!!

Gaji Alumni IPDN 28 Juta ? Bohong !!!

Belakangan ini Netizen dihebohkan dengan pemberitaan media terkait gaji yang diperoleh oleh alumni IPDN. Para media menulis berita trersebut setelah adanya pernyataan dari Menteri PAN-RB Bapak Tjahyo Kumolo. Namun benarkah gaji alumni IPDN yang baru lulus sebanyak 28 Juta?.

Sebagai netizen seharusnya kita bijak dalam mencermati pemeberitaan seperti ini. Sebelum kita mengambil kesimpulan dan menghakimi bahwa alumni IPDN memiliki banyak gaji. Ada baiknya kita memahami konsep dasar pemberian gaji PNS terlebih dahulu.

Gaji Alumni IPDN 28 Juta

Konsep pertama yang harus dipahami adalah, bahwa gaji pokok semua pegawai negeri sipil (PNS) di seluruh wilayah indonesia adalah sama sesuai dengan pangkat dan golongan masing-masing. Bedanya jumlah gaji pegawai terletak pada jumlah tunjangan kinerja yang diterapkan sesuai dengan Peraturan Daerah tempat dimana pegawai Negeri tersebut bertugas.

Contoh : seseorang diangkat sebagai pegawai negeri sipil pada pangkat penata muda golongan III ruang A, memiliki gaji pokok sebesar Rp 2.457.000,- . orang tersebut mendapat tugas didaerah B dengan tunjuangan kinerja 2 jt untuk pangkat dan golongan tersebut, maka yang bersangkutan akan mendapaktan gaji 4,4 Juta. Sedangkan di kota A juga diangkat pegawai negeri sipil dengan golongan yang sama. Namun tunjangan kinerja daerah A sebesar 18 Jt untuk golongan tersebut, maka PNS dengan golongan yang sama yang bertugas didaerah A mendapatkan Gaji lebih kurang 20 Juta rupiah.

Gaji pegawai didasarkan dengan masa tahun dinas dan pangkat serta golongan. Bukan dilihat dari almamater mana dia berasal.

Penentuan Gaji Bukan Berdasarkan Almamater 

Konsep kedua yang harus kita pahami adalah, bahwa penetapan gaji pegawai negeri sipil berdasarkan dengan pangkat, golongan serta berapa lama masa bakti sebagai PNS. Semua PNS dari almamater manapun akan mendapatkan gaji yang sama sesuai pangkat dan golongan mereka.

Pemerintah tidak pernah memberikan penghasilan spesial kepada alumni IPDN, tidak pernah alumni IPDN mendapatkan gaji yang lebih banyak dibandingkan pegawai lain NON-Alumni IPDN . Jika golongan sama maka akan mendapatkan jumlah gaji yang sama.

Contoh : SiBurhan adalah pegawai lulusan ITB dengan golongan III/a dan berdinas di Kota Jakarta, Jika SiBurham mendapatkan Gaji + Tunjangan kinerja dengan Jumlah 20 Juta, maka SiUdin yang Lulusan IPDN dengan golongan III/a Juga akan mendapatkan pengasilan 20 Juta.

Kesimpulannya, Gaji PNS tidak pernah melihat alumni mana PNS tersebut, melainkan seperti yang sudah saya jelaskan diatas.

KESIMPULAN

Kesimpulannya adalah, Gaji alumni IPDN  28 Juta itu adalah bohong. Yang benar adalah Gaji PNS 28 Juta.  Bisa saja di salah satu daerah di Indonesia PNS mendapakan gaji segitu. Karena pemberian tunjangan diatur oleh otonomi daerah masing-masing.
Sebagai seorang Netizen mari kita bjak dalam mencermati sebuah berita yang berdar. Jika tidak tau lebih baik ditelusuri kebenarannya terlebih dahulu agar tidak menyebarkan berita bohong kepada orang lain.
Sedangkan untuk media saya berharap, Jangan korbankan nama baik orang/ institusi dalam menacari nilai jual berita yang dibuat. masih banyak cara lain jika ingin menggiring opini publik untuk membahas masalah yang sama.
Salam dari saya, Alumni IPDN

Pin It on Pinterest